Al-Hasyr 19 – Jangan Lupa Tuhan! – Sebuah Kajian Tafsir

BismiLlaahirrahmaanirrahiim

Puji-pujian kita panjatkan pada Allah, Tuhan kita semua. Shalawat dan salam senantiasa kita serukan pada RasuluLlaah, Muhammad SAW, beserta keluarganya yang sangat ia cintai.

AlhamduliLlaah, sesuai yang telah dijanjikan, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Al-Hasyr 19 – Jangan Lupa Tuhan!, sebagai terusan dari pembahasan yang lalu. Pada kajian ayat 18, bersama kita telah mengkaji manajemen waktu dan hidup, serta pentingnya introspeksi. Nah, pada ayat 19, kita diperingatkan oleh Tuhan agar tidak lupa padaNya.  Beginilah ayat selengkapnya :

dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.

Masih sama seperti pembahasan kemarin, kali ini kami berpedoman pada kitab Tafsir at-Thabary dan Tafsir ibnu Katsiir.

Dalam kitab Tafsir at-Thabary, ‘nasu Llaah’ atau lupa kepada Allah didefinisikan sebagai perbuatan meninggalkan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah. Kenapa disebut lupa? Karena kita hidup karena kuasa Allah. Dan kita diciptakan dengan tujuan yang sudah digariskan oleh Allah, yakni untuk beribadah kepadaNya, sebagai kewajiban dan bentuk kesyukuran. Jadi kalau kita mengingkarinya, tidak menjalankan kewajiban-kewajiban kita, tidakkah itu juga berarti kita ‘lupa’ pada Allah?

Akibatnya? Fa ansaahum anfusahum. Maka Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Dalam Tafsir ibnu Katsiir, penggalan ini ditafsirkan : Maka Allah akan menjadikan mereka lupa untuk mengerjakan amal baik untuk hari akhir mereka. Seakan-akan mereka sibuk. Disibukkan dengan aktiftias dunyawi semata. Padahal, mereka tidak mengerjakan apa-apa untuk akhirat mereka yang kekal. Jadilah mereka tersesat. Dan mereka itulah orang-orang yang sangat merugi.

Ulaaika humu l-fasiquun. Maka mereka itulah orang-orang yang fasiq. Fasiq lawan dari taqwa. Yakni orang-orang yang keluar dari ketaatan pada Allah menuju kema’siatan. Mereka itulah orang-orang yang akan hancur pada hari kiamat dan sungguh sangat merugi pada hari akhir.

Hal senada juga tertuang dalam surat Al-Munafiqun ayat 9 :

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

Dalam ayat tersebut, diterangkan tentang hal-hal yang membuat kita lalai kepada Allah. Diantaranya adalah harta dan anak-anak. Insha Allah, secara khusus akan kami bahas ayat tersebut berikut beberapa ayat lainnya pada akhir surat Al-Munafiqun. Ayat-ayat tersebut berupa peringatan kita agar selalu mawas diri dan ingat pada Allah.

Dari ayat 19, kita diperintahkan untuk selalu mengingat Tuhan. Maka, artikel ini kami beri judul “Jangan Lupa Tuhan!”. Sebuah peringatan bagi kita untuk selalu mawas diri dalam melangkah di dunia ini. Semog kita dijadikan orang-orang yang bertaqwa dan dijauhkan dari jurang kefasikan. Allahumma ameen.

Semoga kajian ini bermanfaat bagi kita semua. Kita belajar bersama, jika ada beberapa kesalahan dari tulisan kami, mohon masukan dan pembenarannya.

Islam Aabaad 22 Maret 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s